Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tentang Jiwa yang Telah Pergi

Malam ini aku membayangkan seorang pria berusia senja itu terduduk lemah di kursi tamu rumahnya. Seorang diri ditemani bunyi cicak yang menempel di dinding rumahnya yang telah usang.  Mungkin ia sedang merenung, atau menatap dinding rumah dengan segala pemikirannya. 
Jika pun televisi menyala di ruangan itu, aku rasa pria itu tak punya selera menyaksikan tayangan di dalamnya. Duhai malam, mungkin pria itu tengah memeluk sepi, temannya dalam keseharian menjalani waktu yang terus bergulir. 
Malam ini aku membayangkan seorang pria berusia senja tengah diam tak bergidik. Matanya berkaca-kaca, ia sedang bernostalgia dengan kenangan lama. 
Ah waktu, sungguh benar sudah, kau berjalan tak kenal kata tunggu, terus saja berlalu tanpa peduli manusia menyindirmu karena terlalu cepat berjalan.


Pria itu baru saja kehilangan perempuan pelipur lara, orang yang sehari-hari menyiapkannya sarapan. Juga orang yang siap sedia menenangkannya kala pria itu mengalami mimpi tak mengenakkan. 
Beberapa pekan l…

Postingan Terbaru

Kisah Arloji yang Tertinggal

Pengingat Diri

Kelabu di Senin Pagi

Kala Ujian Datang

Tentang Perjalanan Ribuan Tahun

Saat Ibu Bilang Rumah Sudah Sepi

Reuni di Surga

Kalau Bukan Karena Rahmat dan Kasih Sayang-Nya

Skenario Pencipta

Tak Kenal Tapi Sayang